Eksplorasi Africa van Java: Mahasiswa Pendidikan Biologi UNIPMA Pelajari Perilaku dan Kemelimpahan Satwa di TN Baluran
Berikut adalah draf berita profesional berbasis kaidah jurnalistik (5W+1H) yang siap dipublikasikan di website resmi, majalah kampus, atau portal berita Program Studi Pendidikan Biologi UNIPMA.
Eksplorasi "Africa van Java": 13 Mahasiswa Pendidikan Biologi UNIPMA Gelar Praktik Kuliah Lapangan Biologi Konservasi di Taman Nasional Baluran
SITUBONDO – Dalam rangka memperkuat pemahaman taksonomi dan konservasi satwa secara langsung di alam bebas, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) melaksanan Praktik Kuliah Lapangan (PKL) mata kuliah Biologi Konservasi pada Selasa (7/7/2026). Berlokasi di Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, kegiatan ini diikuti oleh 13 mahasiswa, 1 orang laboran, serta didampingi langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, Nurul Kusuma Dewi, S.Si., M.Sc.
Kegiatan ilmiah berbasis lapangan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman empiris bagi mahasiswa dalam memetakan kemelimpahan populasi satwa liar serta mengamati dinamika perilaku hewan (animal behavior) pada ekosistem savana dan hutan tropis kering.
Dosen pengampu mata kuliah Biologi Konservasi, Nurul Kusuma Dewi, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa Taman Nasional Baluran dipilih karena keanekaragaman hayatinya yang sangat kaya dan menjadi ekosistem ideal untuk riset lapangan.
"Melalui PKL ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di dalam ruang kelas, tetapi berhadapan langsung dengan kompleksitas ekosistem alamiah. Mereka belajar bagaimana mengukur parameter populasi, mengidentifikasi kemelimpahan spesies, serta menganalisis pola perilaku satwa dalam merespons lingkungan dan keberadaan manusia," jelas Nurul Kusuma Dewi.
Edukasi dan Pendampingan Intensif Bersama Tim Pengelola TN Baluran
Selama eksplorasi berlangsung di area savana dan kawasan konservasi Baluran, rombongan UNIPMA dipandu dan didampingi secara intensif oleh petugas lapangan Taman Nasional Baluran, yaitu Mas Nanda selaku Petugas Kepolisian Kehutanan (Polhut) dan Mas Yunus.
Kedua pemandu tersebut membagikan wawasan praktis mengenai teknik monitoring satwa liar, etika observasi di habitat alami, hingga upaya-upaya konservasi berbasis kawasan yang telah diterapkan di TN Baluran.
Dalam sesi observasi lapangan, mahasiswa fokus pada dua aspek utama:
-
Analisis Perilaku Satwa (Ethology): Mahasiswa melakukan pengamatan terhadap pola interaksi harian, perilaku makan, hingga adaptasi spasial dari pelbagai jenis satwa khas Baluran, seperti rusa bawean/jawa, merak hijau, kera abu-abu (Macaca fascicularis), serta kawanan banteng jawa.
-
Kajian Kemelimpahan Populasi: Menggunakan metode inventarisasi dan transek lapangan, mahasiswa belajar menghitung estimasi kelimpahan spesies dan kerapatan populasi di titik-titik pengamatan strategis seperti Savana Bekol dan sekitarnya.
Kehadiran laboran pendamping juga memastikan seluruh peralatan pengukuran ekologi dan sarana observasi dapat dimanfaatkan secara presisi oleh mahasiswa sesuai standar operasional prosedur laboratorium.
Kegiatan PKL Biologi Konservasi ini ditutup dengan sesi diskusi hasil pengamatan sementara bersama pihak pengelola kawasan dan foto bersama. Diharapkan data serta pengalaman yang diperoleh dari Taman Nasional Baluran ini dapat ditindaklanjuti menjadi penyusunan laporan ilmiah, artikel riset, hingga bekal bagi mahasiswa dalam menyusun tugas akhir di bidang biologi konservasi dan ekologi.
